Jakarta – Langkah besar kembali ditorehkan PT Indonesia Jaya Group. Melalui manajemen Media Group Indonesia, korporasi ini resmi menambah 30 portal berita online baru, menegaskan ekspansinya dengan total 60 media aktif di bawah satu komando besar.
Langkah strategis ini menandai babak baru kebangkitan media nasional yang kuat, independen, dan berintegritas. Penambahan jaringan ini bukan sekadar ekspansi, tetapi merupakan pernyataan tegas bahwa Indonesia Jaya Group siap memimpin arus informasi digital di Indonesia.
Direktur Utama PT Indonesia Jaya Group, Dodik Harianto, S.H, menyampaikan bahwa penguatan jaringan ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan terhadap kemerdekaan pers yang bertanggung jawab.
“Kami tidak sekadar memperbanyak media, tetapi memperkuat kendali informasi yang kredibel. Setiap portal akan menjadi mata dan telinga publik, membawa berita yang faktual, berimbang, dan berani,” tegas Dodik Harianto.
Sebagai langkah lanjutan, perusahaan juga tengah mempersiapkan pembentukan “Asosiasi Wartawan Indonesia (AWI)”, wadah resmi bagi seluruh jurnalis di bawah jaringan Indonesia Jaya Group. Organisasi ini akan menjadi garda depan dalam peningkatan kompetensi, sertifikasi profesi, dan pembinaan etika jurnalistik.
Pimpinan Redaksi Media Group Indonesia, Hendra Setiawan, S.H, menegaskan bahwa pembentukan AWI bukan hanya kebutuhan internal, tetapi panggilan moral untuk menciptakan wartawan yang profesional, tangguh, dan terlindungi secara hukum.
“Kami ingin wartawan kami bukan hanya piawai menulis berita, tapi juga paham hukum, kode etik, dan memiliki sertifikasi resmi. Dunia pers harus diisi oleh orang-orang yang punya kapasitas dan keberanian,” ujar Hendra Setiawan dengan nada tegas.
Dengan total 60 portal berita aktif, PT Indonesia Jaya Group kini menjadi salah satu kekuatan besar dalam industri media nasional. Strategi ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antarportal, memperkuat jaringan informasi, serta menjadi benteng utama dalam menjaga marwah jurnalisme Indonesia di era digital.
“Kami berdiri di garis depan untuk menghadirkan media yang kuat, bersuara lantang, dan berpihak pada kebenaran,” tutup Dodik Harianto.


